Pagi ini aku menjalani hari ku seperti biasa, bangun dari tidur nyenyak yang dapat membuat ku merasa nyaman beberapa saat. Hari ini sepertinya aku akan menentukan apa dan siapa yang akan aku pilih. karena aku bukanlah wanita cantik yang patut dikagumi dan diinginkan banyak pria, aku hanyalah wanita sederhana dengan sweater putih yang menyelimuti tubuh ku dan sepatu bermotif kembang yang aku kenakan kemana pun aku melangkah. Ini adalah hari dimana aku akan bertemu dengan seorang pria, pria yang belum jelas status hubungannya dengan ku, tapi aku sudah menyayanginya layaknya seorang kekasih. dalam hati aku bertanya, apakah aku salah? apakah ini akan berjalan mulus sesuai harapan ku?. Aku banyak bertanya dengan diriku sendiri, tapi aku belum mendapatkan jawaban yang pasti. Aku butuh jawaban dari orang yang benar-benar memahami apa yang aku rasakan dan apa yang sedang aku jalani, mungkin seseorang yang pernah mengalami hal sama semacam ini. Aku sudah siap bertemu dengan pria itu, namanya Samuel, aku memanggilnya Sam. Dia bukanlah pria yang multitalent, dia tidak genius dan juga dia tidak terlalu ahli dalam hal apapun, tapi ntah kenapa, perasa ini muncul dengan sendirinya. Hari ini dia kembali menatap ku dengan tatapan khasnya, menanyakan keadaan ku dan apa yang ingin aku lakukan hari ini, aku hanya menjawab terserah. Dan dia sudah paham jika aku menjawab pertanyaan dengan menjawab kata terserah, dia mengajak ku berkeliling dengan mobil jazz putihnya yang selalu dia bawa jika pergi bersama ku. hubungan yang kami jalani selama hampir satu tahun ini berjalan baik-baik saja, sebelum tiba-tiba Dimas datang dalam hidup ku. Aku sempat beberapa kali berkomunikasi via telfon dengan Dimas, dia pria baik , bertolak belakang dengan Samuel, dimas sangatlah multitalent, bernyanyi, main gitar, olahraga, dan belajar, dia menguasai semuanya. dia memiliki apa yang tidak dimiliki Samuel. dan suatu saat aku merasa diriku lebih nyaman jika bersama Dimas. masalahnya, Samuel dan Dimas adalah teman dekat dari SMP dan mereka tidak saling mengetahui kalau aku dekat dengan keduanya. aku merasakan nyaman didekat mereka berdua dengan hubungan tanpa status ini, tapi pikiranku yang lain berpikir bahwa ini tidaklah benar. lalu aku harus apa? haruskah aku akhiri saja ini semua? tidak. aku tidak ingin mengakhiri rasa nyaman yang aku rasakan ini, mungkin kedengarannya egois, tapi aku memang sempat berpikir seperti itu. akhirnya aku memutuskan untuk menjalani hubungan ini secara rahasia, hanya aku dan beberapa teman se geng ku yang mengetahuinya. hubungan ini berjalan baik hampir 3 bulan lamanya, walaupun aku selalu terbayang-bayang bahwa ini adalah salah. akhirnya suatu saat semua ini terbongkar, terungkap begitu saja pada saat kedua sahabat ini pergi berolahraga bersama, mereka saling menceritakan kedekatannya dengan seorang wanita yang ternyata wanita itu adalah satu wanita yang sama. Samuel memberikan pesan lewan ponsel dengan mengatakan apa yang selama ini dia tidak ketahui dan baru ia ketahui. aku shock mendengar apa yang dikatakan Samuel, seketika itu badan ku panas dan air mata ku pun tak dapat aku tahan. aku menjelaskan sebisa ku ke Samuel agar ia tidak terlalu marah, tapi percuma, kaca pecah tidak akan kembali menjadi kaca yang sempurna sebaik apapun kau memperbaikinya. tapi ternyata, keesokan harinya hubungan kami pun berjalan kembali baik seperti sebelumnya, tapi tidak seperti Samuel, malah dimas tidak menghubungiku sama sekali, bahkan tidak meminta penjelasan ataupun yang lainnya. mungkin ia sudah terlanjur kecewa dengan sikap ku. walaupun hubungan ku membaik dengan samuel, tapi tetap saja samuel akan selalu membahas masalah itu ketika aku sedang cemburu melihatnya dekat dengan wanita lain. hubunganku pun berlanjut dengan samuel dan berakhir dengan dimas. 3 bulan kami jalani hubungan tanpa status ini dengan baik, berarti sudah sekitar 1 tahun 3 bulan aku menjalani ini dengan Sam. tapi tiba-tiba Sam membuat pembaruan status dimedia sosialnya dengan kata-kata seperti "jalan tinggalin aku de, love you". de? what it's? panggilan darinya untuk ku bukan lah itu, dia punya panggilan khusus dengan membalik saat membaca namaku, lalu itu untuk siapa?. dan setelah ku mencaritahu kebenarannya. Aku mengetahui bahwa dia sudah menjalin hubungan dengan wanita lain sebulan belakangan ini, bukan sepenuhnya kesalahan dilakukan olehnya memang. aku lah yang telah menghancurkan hubungan ku sendiri. aku menangis, menangis karena merasa menyesal karena ini semua berawal dari ulah ku. dan pada akhirnya aku takut dan trauma untuk menjalin hubungan dengan orang lain, sampai suatu ketika aku bertemu kembali dengan seorang pria yang ku pikir adalah 'raja'.
Lanjut Part 2
masih pemula, masih banyak yang harus dikoreksi, jadi mohon masukannya yaa....
BalasHapus